Arah baru ekonomi Indonesia

Arah Baru Ekonomi Indonesia
pexels

Arah Baru Ekonomi Indonesia

Sejak terpilihnya pemimpin negara Indonesia pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, masyarakat menggantungkan harapan besar terhadap perbaikan sektor ekonomi negara. Berbagai strategi pembangunan ekonomi Indonesia memang terus digagas sebagai rencana perubahan.

Dikutip dari Jitunews, Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo berpandangan bahwa laju ekonomi yang baik tergantung dari upaya. Indonesia memang menyadari adanya kekurangan dalam mengarahkan ekonomi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Read More

Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pun sebelumnya memang memiliki gagasan besar dalam mengubah arus perekonomian negara agar lebih optimal. Dengan adanya revitalisasi, Indonesia berharap bisa bangun dari keterpurukan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Akan tetapi revitalisasi dan rekonstruksi sendiri pun tak terlepas dari bagaimana cara para pemangku kepentingan ekonomi ini bekerja. Arus baru perekonomian di Indonesia sendiri sudah terbentuk secara konseptual melalui berbagai rencana progaram yang masih perlu dimatangkan.

Bahkan sesuai program yang digagas oleh Wapres Indonesia sebagai Ma’rufnomics ini pun berpedoman pada sila ke-5 Pancasila. Sila ke-5 memang sesuai dengan tujuannya untuk mewujudkan keadilan sosail berdasarkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam hal ini ada berbagai cara yang diyakini sebagai konsep besar dan solusi yang bisa diwujudkan. Diantarnya dengan adanya penekanan angka kesenjangan sosial, sehingga mengurangi angka kemiskinan dan menutup ketimpangan ekonomi menjadi lebih sempit.

Bentuk realisasi ini bisa digalakan dengan bentuk kolaborasi antara yang lemah dengan yang kuat, dan yang kaya dengan yang miskin. Dengan begitu setiap pelaku ekonomi bisa sama-sama mendapatkan hasil yang seimbang.

Selain itu cara selanjutnya yaitu menekan angka konsumtif pada produk global dengan berfokus pada produk lokal. Dari sebelumnya pun Indonesia memang telah tergambar sebagai salah satu negara konsumtif yang cukup tinggi, pada penggunaan barang-barang impor.

Hal ini sangat berpengaruh pada keadaan ekonomi secara internal maupun eksternal, karena perputaran uang lebih banyak digunakan ke luar. Akan tetapi menurut Darmawan Prasodjo, sejak awal pemerintahannya Presiden Jokowi memang telah dihadapkan pada situasi ekonomi ini.

Sisi lain yang membuat perekonomian yang kian merosot yaitu ditandai dengan turunnya minat global pada berbagai komoditas andalan Indonesia. Pemandangan ini dianggap sebagai bentuk pudarnya pesona beberapa produk andalan untuk diekspor.

Merosotnya permintaan ekspor berupa komoditas seperti mineral, batu bara, hingga kelapa sawit diketahui sebagai beberapa penyebab penurunan devisa negara. Iklim ekonomi yang terganggu juga diketahui dipengaruhi oleh penurunan suku bunga, sehingga menekan nilai tukar rupiah.

Hal-hal seperti ini memang telah sangat gempar membuat masyarakat terguncang, dan memaksa keadaan untuk menilik solusi apa yang tepat dilakukan. Untuk bangun dari kemerosotan ekonomi, pemerintah Indonesia membangun program yang lebih terkonsep secara nyata.

Dengan adanya transformasi ekonomi, saat ini Indonesia dihadapkan pada konsumsi berbasis produktif. Langkah awal ini dipakai untuk menekan angka konsumtif yang tinggi, sehingga keadaan ekonomi bisa bergerak normal.

Program Manusia Produktif

Untuk membangun ekonomi Indonesia agar melenggang pada jalur yang stabil, kini pemerintah bergerak lebih cepat dengan mengadakan berbagai program. memberdayakan manusia produktif. Setidaknya ada lima program unggulan yang saat ini sedang dicanangkan untuk lebih aktif direalisasikan. Salah satunya program pengoptimalan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) oleh pemerintah.

Untuk mewujudkan ekonomi yang lebih baik, program Indonesia produktif ini bisa didukung oleh kualitas dari SDM. Untuk melancarkan sistem produktifitas ini SDM harus memiliki prinsip kerja keras, ulet, terampil, kreatif, dinamis.

Selain itu paling penting adalah menguasi ilmu pengetahuan yang berkorelasi dengan tujuan seperti melek teknologi dan berdaya saing global. Salah satu wujud nyata untuk mendongkrak kualitas SDM dan perekonomian ini adalah dengan adanya kartu Prakerja.

Kartu yang akan dialokasikan kepada masyarakat Indonesia yang berhak ini, memiliki tujuan untuk melatih dan meningkatkan kompetensi. Mereka yang berhak atas kartu ini adalah pencari kerja, terkena PHK, maupun yang masih aktif berkerja dan ingin meningkatkan kompetensinya.

Seperti yang dikutip dari beritasatu, Ketua Umum Partai Golkar menyampaikan bentuk pelatihan yang bisa diterima dari program ini. Bentuk pelatihan yang akan direalisasikan melalui program kartu Prakerja ini adalah dengan adanya pembekalan kompetensi khususnya bagi pengangguran.

Selain itu alih potensi jika penerima kartu telah di PHK dari pekerjaan sebelumnya. Lalu yang ketiga adalah peningkatan kompetisi jika yang bersangkutan masih bekerja. Karena ada kalanya pekerja yang masih merasa belum optimal antara bidang yang dipilih dengan kompetensinya.

Program kedua dari pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan ekonomi dan kompetensi SDM adalah menyangkut infrastruktur. Pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi memang salah satunya ada pada sektor wisata dan infrastruktur lainnya.

Untuk itu pemerintah mengeluarkan program PSN atau Proyek Strategis Nasional. Bentuk yang akan lebih terealisasi dalam program ini adalah kebijakan satu peta, yang merujuk pada pembangunan berbagai infrastruktur dan terkait dengan pemda.

Dengan adanya hal ini, maka masyarakat bisa menyelesaikan adanya ketidak sesuaian pemanfaatan lahan. Selain itu, program ini juga berguna untuk mempercepat pengadaan tanah sebagai pendukung perwujudan infrastruktur.

Program ketiga yang juga ikut menyumbang sebagai salah satu usaha perbaikan ekonomi yaitu, program Omnibus Law yang berfokus pada Cipta Lapangan Kerja. Tak hanya itu, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menegah atau UMKM juga termasuk dalam programnya.

Dengan menyediakan lapangan kerja yang luas, maka akan lebih tinggi pula pengoptimalan SDM yang ada di Indonesia. Serta pemberdayaan para pelaku UMKM pun bisa mendongkrak output yang lebih mendulang.

Program keempat dari pemerintah ini lebih menjuruh pada perubahan ekonomi yang lebih kritis. Solusinya yaitu hadirnya program pengembangan beberapa sektor seperti pada industri ekspor, digital, petrokimia, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pengendalian inflasi nasional.

Jika program terealisasikan, maka Indonesia mengubah ketergantungan terhadap SDA menjadi potensi daya saing pada bidang jasa modern dan manufaktur. Bidang manufaktur dan jasa modern memang memiliki daya untuk meningkatkan pendapatan bernilai tinggi.

Dan sebagai contohnya saat ini pemertintah telah memaksimalkan pendanaan untuk para pelaku UMKM. Pembiayaan yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha bisa didapatkan melalui layanan KUR dari pemerintah ini.

Program Berbasis Digital

Kemudahan Ekosistem Berusaha juga menjadi program kelima yang ada di Indonesia, yang juga berperan dalam pelurusan kualitas ekonomi negara. Prioritas pada program ini berorientasi pada penyederhanaan birokrasi yang ada, dengan melakukan reformasi hingga otomasi.

Perubahan sistem transaksi pendapatan dan belanja pemda ini dilakukan untuk menunjang kualitas. Secara teknis hal ini disebut dengan elektonifikasi keuangan dari sistem tunai menjadi non tunai, dan caranya melalui transaksi berbasis teknologi digital.

Arah Binis Online

Industri bisnis online masih memiliki arah yang sama dengan program berbasis digital. Fenomena bertumbuhnya bisnis yang belakangan kain pesat di Indonesia, menjadi salah satu kekuatan dalam pengoptimalan perputaran ekonomi negara.

Bisnis yang memanfaatkan teknologi digital ini ikut menyumbang lapangan pekerjaan yang dapat dijalani oleh SDM. Dengan memaksimalkan bisnis ini, ekonomi Indonesia dapat lebih maju, serta daya saing secara global melalui penggunaan teknologi yang ada.

Leave a Reply