Cara Praktis Budidaya Ikan Dalam Ember

Saat ini sudah marak para pengusaha kecil maupun menengah yang menjadikan ikan sebagai salah satu bisnis menjanjikan untuk mencari uang. Di mulai dari mengembangbiakan secara besar-besaran dalam kolam ataupun dengan cara lain, yaitu membudidayakan hanya dengan media ember. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, penasaran? Yuk ikuti terus, cara budidaya ikan dalam ember.

1.  Teknik Budidaya dalam Ember

Sebelum kita memulai budidaya ikan dalam ember atau budikdamber. Sekedar informasi sedikit, budiknamber pertama kali ditemukan oleh sarjana asal Lampung Tengah bernama Pak Yuli Nursandi yang peduli akan masyarakat yang ingin beternak ikan namun tidak memiliki cukup lahan.

Read More

Jadi teknik ini bisa dilakukan oleh siapa saja dengan cara yang cukup mudah. Untuk pembibitan bisa ikan apa saja, tak terkecuali patin sekalipun. Berkat beliau yang telah sukses dengan budikdamper, muncul orang-orang yang ikut menerapkan teknik ini dan banyak yang berhasil setelah mencobanya.

2. Menyiapkan Ember dan Medianya

Oke, setelah pemahaman tentang budikdamper selesai, berikutnya adalah penyiapan ember terlebih dulu dan mengisinya dengan air sumur atau air kali. Usahakan jangan memakai air keran, sebab air keran mengandung campuran bahan kimia yang akan membuat bibit ikan akan mati.

Setelah ember sudah terisi air, sekarang masukkan garam secukupnya saja. Di sini fungsi garam bersifat untuk menetralkan zat-zat yang ada di air. Setelah garam dimasukkan, tunggu kira-kira 30 menit sampai satu jam sebelum memasukkan ikan, biarkan suhu air beradaptasi  terlebih dahulu.

3. Memasukkan Benih Ikan

Setelah semua beres, langkah berikutnya tinggal memasukkan benih ikan (contoh dalam video menggunakan ikan Mujair dan Nila). Anda bisa memasukkan benih ikan yang kira-kira berukuran 6-10 cm sebanyak 60 sampai 100 ekor. Masukkan dengan berlahan dan hati-hati, sebisanya jangan main asal cemplung saja.

Hal ini untuk menghindari ikan terbentur dengan keras ke dalam air tadi. Karena ikan masih kecil dan rapuh, ikan akan cepat mati atau stres jika terbentur terlalu keras ke dalam air. Setelah ikan masuk semua, tunggu sampai beberapa jam baru kemudian memberinya makan.

4. Tanaman sebagai Media Pendukung

Setelah ikan dimasukkan sekarang tinggal memberi nuansa tambahan bagi bibit ikan yaitu dengan memberinya media tambahan sebagai peneduh dan penenang ikan. Siapkan enam gelas air mineral yang bagian bawahnya telah dilubangi, dan isilah dengan beberapa butir arang kira-kira setengahnya.

Setelah itu masukkan bibit tanaman kangkung ke dalam gelas minuman tadi dan taruhlah di atas ember dengan cara dicantolkan semua pada kawat ke bagian atas ember. Perhatikan juga cara mencantolkannya. Pada peletakannya usahakan gelas tadi ikut terendam air setengahnya.

Bibit kangkung jika sudah besar bisa menjadi peneduh bagi ikan. Di samping itu kotoran kangkung yang jatuh ke dalam ember bisa dijadikan sebagai makanan bagi ikan serta penyerapan nutrisi. Praktisnya Anda juga tidak perlu menyiram kangkung tersebut, karena akarnya sudah terkena air.

Di sini selain budidaya ikan dalam ember, keuntungan lainnya ialah kangkung juga dapat dipanen, kira-kira setiap kangkung tumbuh lebat. Cara memetik kangkungnya pun cukup memotong bagian batangnya dengan gunting. Berikutnya tinggal menunggu bibit ikan patin membesar dan memanen.

Demikian tadi informasi tentang budidaya ikan dalam ember. Dengan adanya berbagai penjelasan seperti di atas, semoga bisa menambah pengetahuan, terkhusus bagi Anda para pengusaha mikro kecil menengah dalam penambahan ilmu seputar perawatan ikan tangkaran Anda.

Leave a Reply